Mengetahui Gejala Penyakit Diare Pada Orang Dewasa dan Bayi

Mengetahui Gejala Penyakit Diare Pada Orang Dewasa dan Bayi

0 877

Pada umumnya, normalnya seorang dewasa membuang air besar dalam sehari yakni satu atau dua kali dalam sehari, sedangkan bagi orang yang yang memiliki permasalahan buang air besar yang sering bisa jadi hal tersebut merupakan gejala penyakit diare. Akan tetapi pada anak-anak frekuensi buang air besar bisa sering terjadi dibanding dengan orang dewasa, maka dari itu janganlah langsung mengira seorang anak atau bayi tersebut sedang mengalami diare walaupun BAB nya melebihi batas orang dewasa. Berikut akan saya paparkan beberapa frekuensi normal BAB bagi anak kecil atau bayi:

  1. Bayi usia 0-6 bulan yang masih menyusui ASI: Dalam sehari 1-7 kali atau 1-2 kali sehari
  2. Bayi usia 0-6 bulan yang tidak menyusui ASI: Dalam sehari 3-4 kali atau bisa juga 1-2 kali sehari.
  3. Sedangkan untuk yang usianya di atas 6 bulan para bayi tersebut biasanya melakukan BAB 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Barulah ketika menginjak usai 4 tahun mereka memiliki frekuensi yang sama dengan orang dewasa.

Jika frekuensi buang air besar bayi anda sesuai dengan frekuensi di atas maka dapat dikatakan dalam rentang normal dengan catatan tidak disertai gejala-gejala lain dan penurunan berat badan pada si bayi. Sedangkan untuk gejalanya berikut akan saya paparkan secara lengkap:

  1. Frekuensi buang air besar yang sering dan juga encer
  2. Nyeri perut
  3. Kram perut
  4. Darah dalam tinja
  5. Kembung
  6. Demam

Penyakit diare dapat terjadi ketika makanan dan cairan yang dimakan terlalu cepat atau jumlahnya terlalu besar pada usus atau saluran pencernaan. Normalnya usus besar kita akan menyerap cairan dan makanan yang dimakan, dan meninggalkan kotoran (feses) yang setengah padat. Akan tetapi pada saat seseorang terkena gejala penyakit diare  makanan dan cairan tersebut tidak diserap, maka hasilnya pun feses akan encer atau cair. Penyakit tersebut juga mungkin dapat berhubungan dengan bakteri ataupun virus yang menginfeksi dan terkadang dapat juga disebabkan oleh efek dari keracunan sebuah makanan.

 

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply