Kehamilan

0 153

Sereal merupakan salah satu jenis makanan yang familiar di telinga kita karena kepraktisan dalam penyajiannya. Terkadang kita ceroboh bahwa persediaan sereal kita sudah melewati batas tanggal kadaluarsa. Konon, meskipun begitu sereal masih bisa dikonsumsi. Apakah itu benar? Bagaimana dengan sereal untuk ibu hamil? Apakah nantinya terdapat pengaruh bagi kesehatan tubuh sang ibu maupun bagi Si calon buah hati?

Hal tersebut masih menjadi sebuah perdebatan, di mana ada yang menyebutkan bahwa sereal masih bisa dikonsumsi meskipun sudah melewati batas tanggal kadaluarsa, meskipun telah melebihi 6 bulan dari batas tanggal yang tertera dalam kemasan. Asalkan yang menjadi catatan adalah produk sereal tersebut masih tertutup rapat dan tidak terpapar sinar matahari yang berlebih. Bahkan sampai terdapat argumen yang menyatakan bahwa kita selayaknya tidak perlu khawatir terhadap perubahan rasa dan tekstur sereal secara fisik, meskipun kita menemukan titik-titik putih, sereal tetap layak untuk dikonsumsi. Hal ini berlaku untuk semua jenis sereal, termasuk sereal untuk ibu hamil.

Ada juga yang berpendapat bahwa meskipun banyak yang meyakini bahwa sereal masih bisa dikonsumsi meskipun sudah melewati batas tanggal kadaluarsa, sebagian yang lainnya menentang dengan argumen yang menyatakan bahwa makanan jenis apapun akan menjadi tidak sehat manakala sudah melewati batas tanggal kadaluarsa yang tertera dalam kemasan suatu produk. Hal ini dikhawatirkan makanan tersebut akan kehilangan kualitas dalam rasanya maupun dalam tekstur dan penampilan secara fisik. Makanan apapun yang telah kadaluarsa beresiko tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, yang pada umumnya kondisi sistem percernaan lah yang akan terserang dan terancam, salah satu contohnya adalah diare. Dapat dibayangkan apabila sereal untuk ibu hamil tetap kita paksakan untuk dikonsumsi, maka selain diare yang akan dialami oleh sang ibu, tentunya akan berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang si calon buah hati di dalam kandungan, dan dikhawatirkan kualitas mengenai gizi ataupun nutrisi untuk si calon buah hati pun tidak dapat terpenuhi dengan baik. Meskipun benar demikian bahwa sereal masih layak konsumsi meskipun sudah melewati batas tanggal kadaluwarsa, dengan demikian secara tidak langsung kita dapat menyimpulkan bahwa sereal yang diproduksi tersebut sangat tinggi bahan pengawetnya.

Dengan adanya perdebatan tersebut di atas, maka sebagai manusia yang hidup di era yang sangat kompleks seharusnya kita dapat bersikap dan bertindak cerdas dalam memilih produk makanan yang bergizi. Terlepas dari kecerobohan dalam menyimpan persediaan makanan, pilihlah produk makanan yang terdapat di Lemonilo, karena Lemonilo merupakan marketplace yang menjamin produk yang tersedia adalah produk yang telah melalui proses seleksi, dan produk sereal untuk ibu hamil yang tersedia dan dijual di Lemonilo terjamin kualitasnya.

 

Baca juga: Mengkonsumsi sereal untuk menunjang diet

0 368
trimester pertama
Gejala Umum Trimester Pertama Tahap Kehamilan

Gejala Umum Trimester Pertama Tahap Kehamilan

Seperti yang Kita tahu, ada beberapa tahap kehamilan yang dilalui oleh para calon ibu. Masing-masing tahap menunjukkan gejala tertentu yang harus dipahami dan ditanggapi dengan cara yang tepat oleh setiap calon ibu. Salah satu tahap utama kehamilan yang akan dilewati adalah trimester pertama atau 3 bulan awal masa kehamilan. Biasanya gejala di tahap ini perlu diperhatikan dengan seksama karena usia kehamilan yang sangat rentan. Beberapa gejala umum 12 minggu pertama dari masa kehamilan antara lain:

• Mual dan muntah.

Morning sickness merupakan salah satu gejala paling umum yang dihadapi oleh para ibu yang baru memasuki awal fase kehamilan. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon sehingga seringkali memicu rasa tidak nyaman. Gejala seperti mual hingga muntah terjadi karena tubuh mempersiapkan kondisi untuk menopang proses kehamilan selama 9 bulan kedepan. Untuk menyiasatinya, Anda harus berpikir positif, mengonsumsi makanan yang sehat dan tepat sehingga masa-masa tersebut bisa dilalui dengan baik dan menyenangkan.

• Perubahan emosi.

Emosi yang berubah dan labil juga terjadi karena faktor hormon yang terjadi di trimester awal kehamilan. Biasanya hal ini juga disebabkan karena rasa antusias yang bercampur aduk dengan rasa gembira, bingung, gelisah dan lain sebagainya. Supaya perubahan emosi yang terjadi tidak menimbulkan hal-hal yang negatif, Anda bisa bertukar pikiran, melakukan aktivitas yang menyenangkan, mengikuti komunitas ibu hamil dan lain sebagainya. Selain bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi yang berubah-ubah, hal ini juga akan berguna untuk menambah banyak pengalaman dan pengetahuan. Andapun akan merasa lebih tenang dan percaya diri melalui semua masa kehamilan.

• Perubahan fisik.

Fisik yang berubah tentu saja terjadi pada ibu hamil. Namun di tahap 3 bulan awal kehamilan, perubahan fisik tidak terlalu tampak di bagian perut, namun sudah mulai terasa gejala-gejala di bagian lainnya seperti payudara. Saat memasuki bulan keempat di masa kehamilan, barulah perubahan fisik semakin terlihat. Perut kian membuncit dan bentuk tubuh pun lebih besar. Agar perkembangan janin berlangsung dengan baik, maka konsumsilah makanan yang bergizi dan sehat untuk kebaikan Anda dan calon buah hati dalam kandungan.

Makanan sehat, buah, sayur dan lainnya sangat berperan penting dalam memperlancar proses perkembangan janin dan menjaga kesehatan kondisi fisik Anda selama masa kehamilan. Di trimester pertama, Anda juga membutuhkan asupan nutrisi dari susu yang tepat. Lactamil Pregnasis menjadi salah satu susu ibu hamil yang paling efektif untuk mendampingi Anda selama masa kehamilan. Namun bila Anda mengalami mual dan muntah ketika awal kehamilan, maka konsumsilah Lactamil Inisis untuk mengurangi gejala yang timbul dan memenuhi asupan gizi yang diperlukan. Masing-masing produk diperkaya dengan nutrisi yang lengkap dan rasa yang begitu nikmat.

0 306
Hamil menyusui
I

Ibu Hamil Menyusui Bayi, Apakah Aman?

Kesehatanalami.com – Hamil Menyusui: Pasangan yang baru menikah pasti sudah merencanakan program kehamilan anak dimana fokus pada kelahiran anak pertama. Setiap pasangan punya pendapatnya masing masing mengenai program kehamilan dimana ada pasangan suami isteri yang memberikan jarak cukup jauh antar kelahiran anak pertama dan kedua, disamping itu ada juga pasangan yang ingin segera punya momongan meskipun anak pertama belum genap berusia 1 tahun.

Hal tersebut yang menyebabkan mengapa ada ibu hamil yang masih menyusui bayinya. Pendeknya jarak kehamilan membuat seorang ibu harus melakukannya. Yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah aman jika seorang ibu hamil menyusui bayi? Jawabannya akan dikupas tuntas pada penjelasan dibawah ini.

Efek Menyusui Bayi Ketika Hamil

Air Susu Ibu atau ASI merupakan sumber nutrisi utama bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Sebagian besar masyarakat umumnya menganggap aman memberikan susu kepada bayi disaat seorang ibu tengah mengandung.

Pada dasarnya menyusui bayi saat sedang mengandung itu tidak berbahaya bagi ibu, janin dan bayi yang sedang disusu tersebut. Hanya saja saat memasuki masa kehamilan tri-semester kedua maka secara kuantitas maupun kualitas ASI jauh menurun jika dibandingkan dengan ASI pada masa sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian besar nutrisi dari makanan  yang dikonsumsi ibu hamil dipasok untuk kebutuhan janin.

Itu artinya seorang ibu hamil yang hendak menyusui anaknya haruslah berusaha mencukupi kebutuhan nutrisi lebih banyak lagi misalnya dengan minum susu Lactamil setiap hari, mengkonsumsi sayuran yang mengandung banyak asam folat, vitamin dan mineral sehingga nantinya janin dan bayi keduanya mendapatkan nutrisi yang seimbang. Lebih baik lagi apabila bayi mendapatkan asupan nutrisi tambahan dari susu formula. Hal ini dapat dilakukan saat umur bayi sudah diatas 12 bulan.

Untuk anda yang sebelumnya mempunyai riwayat keguguran maka perlu benar benar mempertimbangkan pemberian ASI selama masa kehamilan. Kenapa? Karena selama menyusui, tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin yang punya berdampak pada meningkatnya kontraksi pada rahim dan payudara. Sebenarnya kontraksi ini tidak berbahaya, namun jika pernah mengalami keguguran kehamilan sebelumnya maka perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan info lebih lengkap.

Demikianlah jawaban dari pertanyaan apakah aman jika seorang ibu hamil menyusui bayi?, semoga apa yang sudah dijelaskan tadi bermanfaat dan menambah wawasan setiap pembaca.