Bakteri Penyebab Keracunan Makanan yang Mengganggu Kesehatan Ibu dan Anak

Bakteri Penyebab Keracunan Makanan yang Mengganggu Kesehatan Ibu dan Anak

0 1669

Kesehatan ditentukan dari makanan yang dimakan dan alat yang digunakan untuk menyantapnya. Akan tetapi tidak hanya peralatan yang berpengaruh melainkan juga tangan yang digunakan untuk menyantap makanan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan tangan telah bersentuhan dengan benda sekitar dan secara tidak sadar terdapat bakteri yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan anak. Sehingga mencuci tangan dengan menggunakan sabun anti bakteri Lifebuoy dapat membantu mengurangi resiko keracunan makanan.

Keracunan makanan dapat disebabkan karena makanan yang kadaluarsa atau karena bakteri. Mikroorganisme tersebut dapat mengganggu kesehatan ibu serta anak. Salah satunya bernama bakteri E. Coli. Bakteri ini hidup di kotoran hewan dan manusia dan penyebarannya dapat melalui angin atau kontak langsung. Jika manusia terkena terutama anak-anak, akan menyebabkan gejala diare yang disertai dengan sakit perut, bercak darah pada feses. Jika hal tersebut dibiarkan, maka akan meningkatkan resiko kematian bagi penderitanya.

Pada telur mentah atau telur yang dimasak setengah matang, terdapat bakteri Salmonella. Jika anak diberi susu setengah matang, maka kemungkinan akan mengalami sakit perut, demam dan diare. Tidak jarang pula, anak atau ibu yang mengalami diare setelah meminum susu sapi karena bakteri tersebut juga terdapat pada susu sapi atau karena alergi. Jika tidak dimasak dengan sempurna, maka akan meningkatkan resiko keracunan salmonella dan akan berbahaya jika tidak segera ditangani.

Bakteri penyebab keracunan makanan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak yang paling umum adalah bakteri Campylobacter. Bakteri tersebut bersarang di daging unggas atau susu sapi segar yang tidak dimasak dengan sempurna atau menggunakan air yang sudah tercemar. Jika bakteri ini telah masuk ke dalam tubuh, maka akan membuat seseorang merasakan pusing, demam, sakit perut, Anda akan muntah dan diare. Gejala penyakit tersebut akan bertahan paling tidak 2-5 hari dan untuk beberapa kasus, gejala dapat terjadi hingga hari ke-10. Jika mengalami gejala diatas sebaiknya segera memeriksakan ke dokter agar tubuh tidak kehilangan cairan dan lemas serta agar tidak menjadi lebih parah.

Untuk Cara Perlindungan Kulit dari Kesehatan Ibu untuk Anaknya

Untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, tidak hanya berdasarkan pada asupan makanan yang dikonsumsi namun jug kebersihan kulit yang melindungi tubuh dari terpaan sinar matahari. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari dan dari bakteri adalah dengan mandi menggunakan sabun Lifebuoy yang mengandung komposisi yang dapat menjaga kesehatan ibu dan anak sehingga terhindar dari masalah kulit.

Beberapa jenis infeksi pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri yang dapat mengganggu kesehatan ibu serta anak diantaranya yaitu:

  • Bisul atau boils karena bakteri S. auresus yang dapat membuat infeksi kulit di folikel rambut atau di kelenjar minyak.
  • Biang keringat atau miliaria karena bakteri S. epidermis yang menghasilkan zat lengket dan akan bercampur dengan kelebihan keringat dan sel kulit mati yang akan menyebabkan penyumbatan pada saluran keringat.

Akan tetapi, tidak hanya gangguan karena bakteri, gangguan karena terbakar sinar matahari juga dapat mengganggu kesehatan tidak hanya untuk orang dewasa namun juga untuk anak-anak. Perlindungan yang dapat dilakukan selain mandi dengan Lifebuoy adalah dengan mengaplikasikan lotion pelindung kulit. Jika kulit terbakar oleh sinar matahari maka akan kemerahan, panas jika disentuh walaupun telah didinginkan, jika terlalu parah, akan menimbulkan lepuhan dan tampak bengkak, akan mengalami pusing dan mungkin deman. Cara penanganan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak pada kulit yang terbakar diantaranya yaitu:

  • Mengkompres bagian yang terbakar kurang lebih 10-15 menit dengan menggunakan kain yang telah dibasahi dengan air dingin. Dapat diaplikasikan beberapa kali dalam sehari.
  • Mengoleskan pelembab yang terbuat dari bahan dasar gel aloe vera, air atau lotion calamine. Pengolesan dapat dilakukan 2 kali sehari dan dapat mengurangi rasa gatal dan membantu untuk pemulihan kulit yang lebih cepat. Hindari penggunaan krim atau pelembab dari bahan dasar minyak karena akan memperburuk kondisi.
  • Minum cukup air putih dan untuk anak-anak, Anda dapat memberikan susu agar terhindar dari dehidrasi.
  • Jika kondisinya parah, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Artikel terkait: http://www.lifebuoy.co.id/healthmap/health-news/bebaskan-kulit-dari-infeksi

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply